Bukan
rahasia umum lagi bila ada ketidakcocokan antara ibu mertua dan menantunya,
khususnya menantu perempuan. Ibu mertua
yang bawel tidak sedikit menimbulkan bencana dalam rumahtangga anak. Ibarat
gempa, sanggup meruntuhkan bangunan yang kokoh. Bila pondasinya sangat kuat,
selamat bangunan itu. Begitu juga dalam rumahtangga. Perlu pondasi yang sangat
kuat untuk menjaga prahara yang mungkin saja muncul dari dalam atau luar
rumahtangga.
Namun,
sebagai menantu, harus dapat membedakan jenis kebawelan ibu mertua. Ada bawel
karena untuk kebaikan, ada juga bawel yang cenderung ikut campur atau malahan
mengatur. Bila untuk kebaikan, akan sangat bijak bila menantu terbuka untuk
menyimak dan kemudian membicarakan dengan pasangan. Jangan lupa, pengalaman
adalah guru terbaik. Bisa jadi saat itu ibu mertua ingin sekedar berbagi
pengalaman dengan gayanya yang unik.
Terkadang
yang bikin repot itu bila bawelnya tidak jelas, sekedar mencari salah,
memaksakan kehendak atau mencari perhatian. Bila ini kebetulan terjadi, ada
beberapa tips yang akan saya berikan dan silakan sesuaikan saja dengan keadaan.
1. Sebelum
menikah buatlah family planning. Ini berguna
sebagai acuan bila sudah menikah, termasuk di dalamnya mengatur bagaimana bila
terjadi perbedaan pendapat dengan orangtua atau mertua.
2. Bila
pasangan kebetulan tidak ada di sisi saat ibu
mertua melakukan aksinya, silakan minta kepada ibu mertua untuk bicara
kembali saat anaknya hadir.
3. Tersenyum
dan dengarkan saja. Bila ibu mertua meminta jawaban, katakan bahwa anda ingin
berdiskusi terlebih dahulu dengan anaknya. Tegaskan bahwa dalam rumahtangga
keputusan dibuat bersama dengan pasangan.
4. Hindari
hanya berdua berlama-lama. Lebih baik menghindari konflik.
Menantu
yang baik memang harus menurut dan berbakti, tapi bukan berarti tidak mempunyai
pendirian dan membiarkan ada pihak lain yang mencampuri urusan rumahtangganya. Bersikaplah
tegas namun lembut demi kebaikan bersama.
Sri
Widi Handayani Soekarno I Inspiring
Family Coach
WA
081314507916

No comments:
Post a Comment