Tuesday, January 31, 2017

Cara Asyik Memperkenalkan Matematika Sejak Dini



Matematika adalah salah satu pelajaran yang kerap menjadi musuh siswa di sekolah. Terkadang ada anak yang mempelajari matematika dengan cara menghafal. Memang kesukaan anak pada pelajaran matematika tidak terlepas dari bakat atau talenta yang dia miliki. Allah SWT memberikan kelebihan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lain. Namun, ini bukan berarti anak yang tidak berbakat matematika akan sulit memahaminya.
Selain bakat, pola asuh dan pola makan juga berpengaruh kepada kemampuan anak. Ayah dan Ibu adalah dua orang yang paling berperan dalam tumbuh kembang anak. Mereka adalah perpustakaan pertama bagi anak. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mengenalkan matematika pada anak sejak dini. Cara sederhana dengan menggunakan benda atau kegiatan sehari-hari dalam lingkungan keluarga. Silakan simak sebagai berikut:
1.  Mengajak anak berhitung dengan jari-jarinya. Lakukan berulang-ulang. Anak usia dini sangat mudah mengingat.
2.    Pergunakan mainannya. Minta anak menghitung jumlah seluruh mainannya. Lalu minta anak memisahkan mainan sesuai kelompoknya. Hitung jumlah mainan di tiap kelompok. Kemudian tanyakan kepada anak apakah jumlah tiap kelompok itu akan sama bila mainan itu tidak dipisah sesuai kelompoknya. Ini berguna untuk melatih nalar anak dan membuat anak paham pada proses berhitung.
3.     Ajak anak berbelanja di supermarket. Produk di supermarket tentu sudah memiliki label harga. Anggap saja anda memberikan uang sebesar Rp 20.000,- kepada anak untuk membeli susu kotak. Harga satu kotak Rp 5.000,- Minta anak untuk menghitung berapa banyak susu kotak yang dapat dia beli dan tanyakan apakah akan mendapat uang kembalian?
4.     Saat berjalan-jalan dan mampir ke tempat pengisian bensin. Ini juga bisa menjadi sarana belajar matematika. Berapa liter bensin yang dapat dibeli dengan uang sebesar sekian ribu rupiah? Atau kapan kira-kira ayah harus kembali untuk mengisi bensin?
5.    Bermain sepeda bersama. Orangtua dapat mengajarkan bagaimana cara menghitung jarak, waktu tempuh dan kecepatan.
Kelima cara di atas hanya sebagian cara saja. Masih ada banyak cara yang dapat ayah dan ibu eksplorasi dari lingkungan sekitar. Insya Allah, ini dapat menjadi cara yang asyik untuk memperkenalkan matematika pada anak sejak dini.

Sri Widi Handayani Soekarno I Inspiring Family Coach

WA 081314507916

Monday, January 30, 2017

Mengapa Metode Coaching Tepat dalam Parenting?

 

Parenting adalah suatu bentuk kemitraan bersama antara orangtua dan anak, untuk memberdayakan potensi anak dengan menyediakan alat-alat yang diperlukan agar kehidupan ke depannya menjadi lebih baik. Keduanya menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dengan proses kreatif (dikutip dari Moms ans Dads are super coaches, Pramudianto).


Dalam parenting ada 3 hal yang mendapat perhatian, yaitu:
1.      Kemitraan
Proses parenting adalah berdasarkan hubungan kesetaraan antara orangtua dan anak. Maka orangtua berfokus pada tujuan dan mendukung anaknya agar dapat mencapai hasil yang lebih baik.
2.      Memberdayakan
Memberdayakan tidak sama dengan memberikan instruksi, mengarahkan, memberi nasehat, atau perintah satu arah. Proses memberdayakan dapat terjadi dengan cara dialog, diskusi atau tanya jawab antara orangtua dan anak untuk memancing/merangsang proses berpikir mendalam bersama anak. Dengan proses memberdayakan ini, maka akan mampu menggali dan menginspirasi anak untuk bertindak melalui kesadarannya.
3.      Kreatif
Orangtua dan anak memiliki hubungan yang baik sehingga orangtua dapat memenuhi kebutuhannya secara kreatif dan memastikan anak melakukan berbagai bentuk tindakan nyata untuk memaksimalkan potensinya.
Terlihat bahwa parenting itu berpijak pada masa kini dan bertujuan ke masa depan lebih baik. Lalu bagaimana dengan coaching? Menurut International Coach Federation, coaching sebagai bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.
Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa dalam proses parenting, metode coaching sangat tepat karena selalu mengarahkan ke masa depan. Coaching menempatkan anak sebagai mitra dan sahabat, yang bersama-sama bertumbuh dan belajar.
Parenting dengan metode coaching mampu menghasilkan generasi mendatang yang lebih baik dan penuh dengan cinta.

Sri Widi Handayani Soekarno I Inspiring Family Coach
WA 081314507916