Pelakor, satu kata yang sedang marak di
media sosial dan memancing aneka hujatan. Pelakor sesungguhnya sudah ada sejak
jaman dulu kala dan sering membuat para istri tergeser dari posisinya sebagai
ratu rumah tangga, atau harus berbagi suami dengannya. Miris sekali!
Sesungguhnya
pelakor itu tidak datang dengan sendirinya. Bisa jadi justru istri yang
mengundang pelakor masuk diantara dia dan suami. Kok bisa?
Keseharian
saya sebagai Inspiring Family Coach dan Terapis, pada akhirnya dapat mengambil
kesimpulan bahwa pelakor bisa datang dari dua pihak, yaitu suami dan istri.
Yuk, kita bahas lebih detil lagi berikut ini:
1.
Perbuatan Suami.
Mengenal
calon suami itu perlu dilakukan sebelum pernikahan terjadi. Kenali siapa saja
teman, mantan kekasih dan pergaulannya. Setelah menikah pun, istri juga harus
mengetahui siapa saja teman kerjanya, bagaimana rutinitas pekerjaan di kantor
sehari-hari dan apa saja yang dia kerap lakukan bersama teman-teman dalam mengisi
waktu luang. Ingat, istri cukup mengetahui dan bukan mencurigai. Rasa curiga
berlebih akan membuat suami risih dan malah tertantang untuk melakukan.
2.
Perbuatan Istri
- Istri yang baik tentu akan berusaha
melakukan yang terbaik untuk suami tercinta. Jaga komunikasi dengan suami.
Istri adalah teman curhat terbaik untuk suami, begitu pula sebaliknya.
- Bila penghasilan istri lebih besar dari
suami, istri hendaknya tetap menghargai suami.
- Luangkan waktu khusus untuk berdua saja.
Hindari untuk membicarakan teman wanita kepada suami, apalagi membicarakan
kelebihannya. Boleh dikenalkan namun tetap ada batasan.
- Waspada boleh, namun katakan tidak untuk
curiga yang berlebih. Kecurigaan yang berlebih akan mendapat jawaban dari alam
semesta untuk kemudian menariknya menjadi kenyataan.
- Istri hendaknya merawat tubuh dengan
baik agar suami semakin memperhatikan dan menyayangi. Jangan lupa untuk
senantiasa menjaga lisan dan perilaku, di dalam atau di luar rumah.
Bila
pelakor telanjur masuk dalam kehidupan suami, istri sebaiknya menanyakan alasan
dan tujuan suami membiarkan itu terjadi. Pelakor tidak akan hadir bila suami
tidak mengijinkan. Tidak ada yang kebetulan terjadi di dunia ini. Semua terjadi
dengan satu alasan dan tentu atas ijin Allah Swt.
Catatan
penting untuk seorang istri adalah, maafkan pelakor dan tidak membencinya. Bila
istri mampu melakukan ini, artinya dia mampu membentengi dirinya untuk tidak
menarik aura negatif dari pelakor. Kata maaf yang tulus dari seorang istri akan
menyentuh alam bawah sadar suami dan membuat suami menyadari kekeliruannya
serta meninggalkan pelakor.
Awalnya
memang tidak mudah dan bisa jadi istri perlu bimbingan seorang terapis saat
melakukannya. Semoga tulisan ini mencerahkan dan bermanfaat.
Sumber gambar: google
