Menikah
adalah dambaan setiap insan. Selain menghalalkan suatu hubungan antarmanusia
berbeda jenis, juga mensahkan hubungan tersebut secara hukum. Menikah juga
salah satu bentuk ibadah. Siapapun ingin menikah dengan pilihannya
masing-masing. Namun, ada juga yang menikah karena terpaksa. Misalnya: karena
dijodohkan, karena usia yang berakibat pada asal pilih atau karena hutang budi.
Apapun
alasan yang mendasari, ada baiknya sebelum menikah melakukan pertimbangan agar
tidak terjadi penyesalan kelak di kemudian hari. Khususnya untuk perempuan.
Berikut beberapa pertimbangan tersebut:
1. Berdoa
Untuk meyakinkan diri
bahwa calon pasangan anda adalah yang terbaik dan memohon bimbingan dari Allah
SWT dalam mengarungi bahtera rumahtangga.
2. Keyakinan
Keyakinan atau agama
patut menjadi pertimbangan. Ada baiknya bila sama keyakinannya. Bila berbeda,
silakan pertimbangkan terlebih dahulu. Diskusikan dengan baik termasuk bila ada
anak.
3. Tanyakan
ke diri sendiri apakah mampu menerima calon pasangan apa adanya dengan segala
kekurangan dan kelebihannya.
4. Pastikan
masa depannya
Silakan cari tahu
pekerjaannya dan dimana dia bekerja. Ini penting karena tidak sedikit pria
meninggikan mutu demi mendapatkan perempuan idaman. Juga untuk kepastian masa
depan keluarga kelak.
5. Latar
belakang keluarga
Ini berguna untuk kita
mempelajari bagaimana kebiasaan di keluarga calon pasangan. Tiap keluarga
memiliki kebiasaan masing-masing.
6. Riwayat
kesehatan
Saling terbuka tentang
kesehatan masing-masing adalah salah satu hal terberat untuk dilakukan. Namun
ini sangat penting agar kelak tidak ada yang merasa dibohongi.
7. Sifat
dan kebiasaan
Dua hal ini penting
untuk dipelajari. Bila calon pasangan memiliki temperamen mudah marah dan
egois, silakan pertimbangkan ulang. Sifat dan kebiasaan manusia bukanlah hal
yang mudah untuk dirubah.
8. Status
Yakinkan dulu statusnya, apakah dia
lajang, duda, suami orang lain atau memiliki hubungan istimewa dengan sejenis.
Menikah
itu untuk masa depan, bukan hari ini saja. Menyesal setelah menikah dan
menerimanya dengan terpaksa, akan menimbulkan aneka penyakit. Lain halnya bila
kelak mampu menerimanya dengan ikhlas dan memaafkan.
Sri Widi Handayani
Soekarno I Inspiring Family Coach
WA 081314507916








