Pasangan adalah
suami atau istri yang terikat sah dalam satu janji suci pernikahan. Ada kerelaan
hati untuk hidup bersama, saling menerima kelebihan dan kekurangan
masing-masing, untuk kemudian saling melengkapi.
Sebelum
janji suci pernikahan terucap, pasangan tentu sudah melalui proses perkenalan
yang cukup. Namun, ini bukan jaminan bahwa saat menikah semua akan berjalan
dengan mulus tanpa kendala. Ada saja perbedaan yang akan muncul saat mereka
bersatu dalam satu atap yang disebut rumahtangga.
Ada
beberapa cara bijak menurut saya, yang
dapat anda praktekkan, antara lain:
1. Hindari
membicarakan masalah yang terjadi dengan pasangan di hadapan keluarga besar
salah satu pasangan. Baik secara sembunyi atau terbuka. Ini untuk mencegah
masalah semakin melebar tak menentu arah. Hargai dan hormati pasangan karena
apapun yang terjadi dia adalah pendamping hidup yang telah kita pilih dengan
segenap hati.
2. Luangkan
waktu untuk berdua. Pergunakan kesempatan ini untuk saling evaluasi satu sama
lain dalam keadaan yang rileks. Ingatlah bahwa kesempatan ini bukan untuk
saling menjatuhkan satu sama lain.
3. Kirim
penggalan artikel terkait melalui whatsapp,
BBM, atau line kepada pasangan. Ini juga bermanfaat untuk muhasabah atau
instropeksi diri.
4. Ingatlah
saat-saat indah bersama. Ada kalanya kekurangan itu tidak harus selalu menjadi
bahan perdebatan.
Menikah itu adalah saat dimana kita
yakin mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan dengan baik. Melayani dengan sepenuh hati dan ikhlas yang
berlandaskan cinta suci.
Sri Widi Handayani Soekarno I Inspiring Family Coach
WA 081314507916

No comments:
Post a Comment