Monday, May 7, 2018

Stop Menghujat Pelakor!


      


      Pelakor, satu kata yang sedang marak di media sosial dan memancing aneka hujatan. Pelakor sesungguhnya sudah ada sejak jaman dulu kala dan sering membuat para istri tergeser dari posisinya sebagai ratu rumah tangga, atau harus berbagi suami dengannya. Miris sekali!
      Sesungguhnya pelakor itu tidak datang dengan sendirinya. Bisa jadi justru istri yang mengundang pelakor masuk diantara dia dan suami. Kok bisa?
       Keseharian saya sebagai Inspiring Family Coach dan Terapis, pada akhirnya dapat mengambil kesimpulan bahwa pelakor bisa datang dari dua pihak, yaitu suami dan istri. Yuk, kita bahas lebih detil lagi berikut ini:

1.      Perbuatan Suami.
Mengenal calon suami itu perlu dilakukan sebelum pernikahan terjadi. Kenali siapa saja teman, mantan kekasih dan pergaulannya. Setelah menikah pun, istri juga harus mengetahui siapa saja teman kerjanya, bagaimana rutinitas pekerjaan di kantor sehari-hari dan apa saja yang dia kerap lakukan bersama teman-teman dalam mengisi waktu luang. Ingat, istri cukup mengetahui dan bukan mencurigai. Rasa curiga berlebih akan membuat suami risih dan malah tertantang untuk melakukan.

2.      Perbuatan Istri
-    Istri yang baik tentu akan berusaha melakukan yang terbaik untuk suami tercinta. Jaga komunikasi dengan suami. Istri adalah teman curhat terbaik untuk suami, begitu pula sebaliknya.
-      Bila penghasilan istri lebih besar dari suami, istri hendaknya tetap menghargai suami.
-   Luangkan waktu khusus untuk berdua saja. Hindari untuk membicarakan teman wanita kepada suami, apalagi membicarakan kelebihannya. Boleh dikenalkan namun tetap ada batasan.
-     Waspada boleh, namun katakan tidak untuk curiga yang berlebih. Kecurigaan yang berlebih akan mendapat jawaban dari alam semesta untuk kemudian menariknya menjadi kenyataan.
-   Istri hendaknya merawat tubuh dengan baik agar suami semakin memperhatikan dan menyayangi. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga lisan dan perilaku, di dalam atau di luar rumah.
Bila pelakor telanjur masuk dalam kehidupan suami, istri sebaiknya menanyakan alasan dan tujuan suami membiarkan itu terjadi. Pelakor tidak akan hadir bila suami tidak mengijinkan. Tidak ada yang kebetulan terjadi di dunia ini. Semua terjadi dengan satu alasan dan tentu atas ijin Allah Swt.
Catatan penting untuk seorang istri adalah, maafkan pelakor dan tidak membencinya. Bila istri mampu melakukan ini, artinya dia mampu membentengi dirinya untuk tidak menarik aura negatif dari pelakor. Kata maaf yang tulus dari seorang istri akan menyentuh alam bawah sadar suami dan membuat suami menyadari kekeliruannya serta meninggalkan pelakor.
Awalnya memang tidak mudah dan bisa jadi istri perlu bimbingan seorang terapis saat melakukannya. Semoga tulisan ini mencerahkan dan bermanfaat.

Sumber gambar: google


Monday, April 23, 2018

MENGUBAH DIRI SENDIRI SPESIAL RAMADHAN


Ini kelas spesial dari saya karena ada terapi online gratis di dalamnya. Jadikan Ramadhan-mu kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. O,iya, kelas ini tidak membatasi peserta ya dan sangat terbuka untuk peserta dari berbagai suku, agama dan ras. Saya yakin tiap agama mengakui bahwa semakin bersih diri kita, semakin sehat jiwa dan raga dan semakin lancar rezeki halal berdatangan dari arah mana saja.  Silakan untuk yang berminat, investasi hanya Rp.250.000,- Salam sehat, bahagia dan kaya raya

Sri Widi Handayani Soekarno

Inspiring Family Coach & Therapist
Family Planning Consultant
Writer