Tuesday, March 21, 2017

Pertimbangkan ini sebelum Poligami


Poligami adalah satu kondisi dimana seorang suami memiliki istri lebih dari satu orang. Dalam agama Islam memang diperbolehkan namun dengan syarat tertentu. Sayangnya, banyak suami yang kurang memperhatikan syarat tersebut. Dan tidak sedikit mengatasnamakan sunnah Rasul sebagai alasan untuk menikah lagi dan lagi.
Ada istri yang mampu menerima kondisi dimadu, namun tidak sedikit juga yang merasa terzholimi dengan kondisi tersebut. Ini wajar, siapa pun tidak ingin diduakan. Ironisnya pelaku poligami tidak sedikit adalah mereka yang secara ekonomi tidak memadai. Hidup dengan satu orang istri saja sudah pas-pasan bahkan sang istri wajib membantu suami mencari nafkah sehari-hari.
Untuk para suami, mohon kiranya dapat mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum memutuskan untuk poligami:


Mengikuti Sunnah Rasul
Ini yang kerap menjadi alasan sehingga istri mau tidak mau harus menerima kenyataan untuk bersedia diduakan. Istri manapun pasti ingin menjalankan perintah agamanya dengan sebaik-baiknya. Namun, apakah suami sudah memenuhi segala kewajibannya kepada agama, istri dan anak-anaknya? Dan apakah juga sunnah yang lainnya sudah terlaksana dengan baik?
Alasan mendasar harus poligami.
Alasan suami untuk poligami yang paling sering adalah untuk memuaskan kebutuhan seks semata dan rasa bangga dianggap sebagai laki-laki sejati. Yakinkan dahulu apakah kebutuhan seks itu masih dapat ditoleransi atau tidak sehingga memerlukan perempuan lain untuk memuaskannya.
Kondisi keuangan.
Hitung kembali keuangan anda. Apakah anda mampu mencukupi lebih dari satu istri dan beberapa orang anak selama hidup anda? Apakah istri muda anda bersedia berbagi? Korban dari poligami terbesar adalah istri tertua dan anak-anaknya. Banyak istri tertua yang kemudian menjadi tulang punggung demi kelangsungan hidup dirinya sendiri dan anak-anaknya.
Adil.
Adil dalam poligami tidak hanya secara materi namun juga batin. Begitu pula dengan perhatian ke anak-anak.
Bila suami sakit, siapa yang akan merawat.
Istri tertua adalah istri yang umumnya bersedia untuk merawat suami saat sakit. Alasannya karena istri tertua adalah istri yang menemani suami sejak masa awal pernikahan yang penuh liku. Dia mengenal dan menerima suami apa adanya dalam suka dan duka.
Bila salah satu istri sakit, bagaimana perlakuan suami dengan istri-istri lainnya? Akankah keadilan masih berlaku dalam kondisi seperti ini?
Warisan.
Ini bisa menjadi tragedi besar bila suami alpa dalam mempersiapkan warisan untuk istri-istri dan anak-anaknya kelak.
Tujuh hal di atas mungkin adalah hal yang sepele. Namun jangan lupa, cinta para istri dan anak-anak akan hilang bila suami tidak piawai dalam menyiasatinya.

Sri Widi Handayani Soekarno I Inspiring Family Coach
WA 081314507916

2 comments:

  1. kereennn bun, mencerahkan :-)
    salam kenal
    saling mengunjungi blog yaaa

    www.rahayuasdaputri.com

    ReplyDelete